Berita.

Lihat lebih banyak berita industri dan berita kami

Bagaimana Mesh Wood Pulp Spunlace Nonwoven Diproduksi?

Date:2023-08-09
Spunlace pulp kayu jala bukan tenunan adalah jenis kain bukan tenunan yang diproduksi menggunakan proses yang dikenal sebagai spunlacing atau hydroentanglement. Proses ini melibatkan serat yang terjerat menggunakan jet air berkecepatan tinggi untuk membuat kain dengan sifat dan karakteristik tertentu. Berikut ini ikhtisar tentang bagaimana spunlace pulp kayu bukan tenunan diproduksi:
Persiapan Bahan Baku:
Bahan baku utama yang digunakan dalam produksi spunlace pulp kayu mesh bukan tenunan adalah serat pulp kayu. Serat ini bersumber dari serpihan kayu melalui proses pulping kimiawi. Bubur kayu kemudian diproses untuk membuat bubur atau suspensi serat.
Formasi Web:
Suspensi serat diumpankan ke sabuk atau jaring pembentuk yang bergerak. Jala dapat dibuat dari berbagai bahan, seperti bahan sintetis atau baja tahan karat, dan ini menentukan pola kain bukan tenunan akhir. Suspensi serat disebarkan secara merata pada jaring untuk membentuk tikar serat yang longgar.
Hidrobelitan (Spunlacing):
Pancaran air bertekanan tinggi diarahkan ke alas serat. Pancaran air ini memiliki tingkat tekanan yang bervariasi dan diposisikan secara strategis untuk menembus dan menjalin serat. Energi dari jet air menyebabkan serat terjalin dan membentuk struktur kain yang kohesif. Keterikatan ini meningkatkan kekuatan, stabilitas, dan kualitas kain secara keseluruhan. Selama proses ini, air juga menghilangkan kotoran atau kontaminan yang ada di serat.
Penyematan Jala:
Dalam kasus spunlace pulp kayu jala bukan tenunan, variasi khusus dari proses spunlacing digunakan. Pola seperti jaring disematkan ke dalam kain selama proses pengikatan hidro. Ini dicapai dengan memposisikan bahan jaring di atas alas serat sebelum semburan air mengenai serat. Pancaran air bertekanan tinggi mendorong serat ke dalam bukaan jaring, menciptakan tekstur berpola.
Pengeringan dan Pengeringan:
Setelah proses hydroentanglement, kain melalui langkah-langkah pengeringan untuk menghilangkan kelebihan air. Ini dapat melibatkan metode seperti pengisapan vakum dan pengepresan mekanis. Kain yang dikeringkan sebagian kemudian dilewatkan melalui sistem pengeringan, yang dapat mencakup rol yang dipanaskan, oven udara panas, atau mekanisme pengeringan lainnya. Langkah ini mengurangi kadar air kain ke tingkat yang diinginkan.
Penyelesaian dan Kontrol Kualitas:
Setelah kain kering, ia melewati proses finishing seperti kalender, di mana kain dilewatkan di antara rol yang dipanaskan untuk meningkatkan kehalusan dan tekstur permukaannya. Pemeriksaan kontrol kualitas dilakukan untuk memastikan bahwa kain memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan dalam hal kekuatan, tekstur, pola, dan sifat relevan lainnya.
Bergulir dan Pengemasan:
Kain nonwoven spunlace pulp kayu jaring jadi biasanya digulung menjadi gulungan besar untuk penanganan dan penyimpanan yang mudah. Kemudian dapat dikemas untuk didistribusikan ke produsen yang menggunakannya untuk berbagai aplikasi, seperti tisu, produk kebersihan, perlengkapan medis, dan lainnya.
Parameter spesifik dari proses spunlacing, seperti tekanan air, pengaturan pancaran air, dan kondisi pengeringan, dapat disesuaikan untuk mencapai karakteristik dan tekstur kain yang berbeda.